Language

Gonjang Ganjing Ekonomi Indonesia 2013

  Alexa toolbar



Kedelai Impor ASINFO: Harga Hasil Pertanian dan Perkembangan Ekonomi Indonesia

Harga US dollar yang terus melejit sejak akhir bulan Agustus 2013 IDR 9.165/USD hingga posting ini dibuat 6/9/2013 menurut data Bloomberg IDR 11.176/USD, dan tidak nampak adanya penurunan meskipun berbagai langkah kebijaksanaan telah dilakukan pemerintah Indonesia dan BI sebagai otoritas keuangan. Cadangan Devisa menyusut banyak tinggal 92,993 milyar USD dan inflasi per 30 Agustus sebesar 8,79%. Semoga saja langkah Bilateral Swap Arrangement (BSA) yang sedang dilakukan pemerintah Indonesia membawa hasil bagi perbaikan ekonomi Indonesia, setidaknya menambah cadangan devisa. Sehingga investor asing mau kembali menanamkan modalnya, hal yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat mata uang Indonesia.
Tingginya tekanan Dollar terhadap Mata Uang Rupiah mempengaruhi pula harga-harga hasil pertanian terutama sekali yang diperoleh dengan cara impor, namun demikian produk pertanian lokal bukannya tidak ikut mengalami kenaikan sebagai imbas kenaikan harga-harga secara keseluruhan. Terutama sekali setelah pemerintah menaikkan harga BBM.
Di bawah ini adalah tabel harga beberapa hasil pertanian.

Produk pertanianHarga Eceran (Rp)
Kedelai impor US9500
Ketan putih Vietnam11500
Ketan putih Siam/Thailand14500
Kacang hijau lokal15000-16000
Kacang hijau impor13500-14000
Kacang tanah India14000-15000
Kacang tanah Lokal13500-14500
Bawang Putih Impor6500-8700
Ketan hitam13000
Jagung kecil6000
Wijen28000

Dari tabel di atas dapat dilihat betapa tingginya harga-harga hasil pertanian, seperti kedelai yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat.
Dalam hal kedelai pemerintah telah salah urus dengan selalu memperbesar impor, tanpa mencoba mengembangkan produksi dalam negeri sehingga mencukupi kebutuhan. Dengan menggantungkan kebutuhan pokok pada produk impor akan menjadi suatu masalah di kemudian hari. Terbukti sekarang ini karena harga dollar melambung tinggi maka harga kedelai ikut-ikutan melambung. Malahan, nilai impornya semakin hari semakin tinggi saja, hal ini pernah saya singgung dalam posting sebelumnya Perkembangan Ekonomi Indonesia.
Kacang tuban

Mengapa pemerintah tidak mau belajar dari Cina yang pada '90-an melakukan impor jahe gajah dalam jumlah besar dari Indonesia dan sekarang kebalikannya Indonesia-lah yang mengimpor jahe gajah dari mereka, sungguh ironis.
Kita pun dapat melakukan hal yang sama, karena kita mengimpor kedelai dalam jumlah luar biasa besar, maka seharusnya kita dapat menekan negara produsen untuk mendatangkan pula bibit yang dapat ditanam disini. Dengan pengelolaan yang benar hasil produk pertanian tersebut dapat diharapkan hasilnya dalam mengurangi ketergantungan pada impor.
kacang hijau
Entah sampai kapan gejolak ekonomi ini reda, saya tidak tahu pasti yang jelas butuh waktu lama memulihkan ekonomi pada keadaan semula.
Bagi para pengusaha tahu, tempe: Anda dapat menggunakan kedelai yang bukan hanya berasal dari AS atau Brazil saja, ada kedelai yang berasal dari Afrika dan telah ada yang mendatangkannya ke Indonesia. Mungkin dari kualitas kurang baik dibandingkan dengan kedelai AS, tapi dari segi harga jauh lebih murah sehingga masih dapat berproduksi tanpa terbebani biaya tinggi.
Bagi kita rakyat kecil memang slogan yang cocok adalah "Hidup Tahu Tempe", asal jangan dibuat mahal apalagi dibuat permainan. OK?

Artikel selanjutnya Harga Tablet Android dan HP Android Terbaru
Silahkan lihat juga Artikel terkait 
*****
Add me @ Google+


comments powered by Disqus